Cuplikan Chapter ini
Cahaya matahari pagi yang menerobos masuk dari celah ventilasi kamar kontrakan tidak sedikit pun membawa rasa hangat bagi Rian Seluruh persendian tubuhnya mendadak kaku membeku di tempat Pandangan matanya terpaku lurus ke atas menatap baling-baling kipas angin tua yang berputar berderit pelan di langit-langit kamarDi sana di bagian poros tengah kipas angin yang tertutup debu tebal menempel sebuah cermin bulat kecil berdiameter lima sentimeter Kaca cermin itu retak di bagian tengahnya