Cuplikan Chapter ini
Bau darah amis yang pekat merebak memenuhi udara dingin di lorong RSJ Graha Medika Melalui kaca intip pintu Bangsal 13 yang berkawat tebal Rian menyaksikan tubuh kaku Dokter Aris tergeletak melintang di atas lantai keramik yang dingin Jas putih dokternya yang semula bersih kini bersimbah cairan merah kehitaman yang terus meluas dari robekan besar di bagian perutnyaDada Rian naik turun dengan napas memburu Tangan kanannya gemetar hebat saat menggenggam erat pisau bedah berdarah yang baru