Cuplikan Chapter ini
Angka hitung mundur di layar ponsel Rian terus merosot tanpa kompromi memancarkan kilatan warna merah menyala yang membakar pandangannya di tengah kegelapan pekat 0452 0451 0450 Suara gemuruh roda besi Kereta Api Argo Mawar di luar jendela kian melengking bising Kecepatan kereta tidak melambat melainkan bertambah kencang secara tidak wajar Dinding batu terowongan di luar sana siap melumat besi gerbong menjadi puing-puing mengulang kembali tragedi berdarah delapan tahun lal