Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang dengan sangat tenang Cahaya matahari masuk perlahan melalui celah jendela kayu Angin berhembus pelan membawa suara kehidupan desa yang mulai bangun Warung Mak Omah sudah buka Namun kali ini suasananya berbeda Lebih damai Lebih tenang Seperti tidak ada lagi beban yang tersisa --- Mak Omah duduk di kursi kayunya seperti biasa Namun wajahnya terlihat lebih lembut Lebih bahagia Bagas berdiri di depan rak merapikan barang terakhir Setelah itu ia menol