Cuplikan Chapter ini
Pagi itu terasa sunyi Bukan karena desa sepi Namun karena hati mereka sedang dipenuhi banyak hal Bagas berjalan lebih pelan dari biasanya Pikirannya penuh Bukan tentang orang lain Tapi tentang Mak Omah Tentang bagaimana ia bisa benar-benar menjaga wanita itu Di tengah dunia yang terus menekan --- Saat ia sampai di warung Ia tidak melihat Mak Omah di tempat biasanya Bangku kayu itu kosong Pintu warung masih tertutup Bagas langsung merasa ada yang tidak beres Mak