Cuplikan Chapter ini
Hari setelah pertemuan ituTidak ada yang benar-benar kembali seperti sebelumnyaSegalanya terasa lebih dekatLebih nyataLebih hidup---Ari terbangun pagi itu dengan senyum yang tidak bisa ia sembunyikanUntuk pertama kalinya bayangan Supiyah di pikirannya bukan lagi sekadar foto atau tulisanMelainkan kenangan nyataCara ia tersenyumCara ia berbicaraDan terutamaCara ia memeluknya---Ari mengusap wajahnya pelanMasih terasa hangatSeolah momen kemarin belum benar-benar b