Cuplikan Chapter ini
Hari-hari setelah hujan itu terasa berbeda bagi Bagas Ia tidak lagi datang ke warung hanya karena kebiasaan Ada sesuatu yang menariknya Sesuatu yang membuat langkahnya selalu menuju tempat yang sama tanpa ragu Pagi itu seperti biasa ia datang lebih awal Namun kali ini warung belum buka Pintu kayu masih tertutup Bagas berdiri sejenak di depan warung lalu duduk di bangku panjang yang biasa ia tempati Ia menunggu Tidak lama Tak pernah terasa lama jika yang ditunggu adalah seseor