Cuplikan Chapter ini
Aiman merapikan kerah kemeja putihnya di depan kaca kafe tua bergaya era klasik di pusat kota Ragantara Malam itu langit terlihat bersih tanpa awan lampu jalan menaburkan cahaya kekuningan yang temaram dan angin musim semi membawa aroma manis bunga yang baru bermekaran Jam di tangannya menunjukkan pukul tujuh lewat tiga menit Ia sudah datang lebih awal Lagi-lagiAdinda muncul dari seberang jalan Gaun biru pastel yang ia kenakan sederhana tetapi justru membuatnya terlihat memikat R