Cuplikan Chapter ini
Lorong bawah tanah itu kini menjadi nerakaTim Aiman dipimpin oleh Letnan Adnan bergerak dengan formasi bertahan tubuh mereka kotor sebagian berdarah namun sorot mata mereka menyala satu tujuan bawa Aiman keluar hidup-hidupAiman masih lemah dan disangga oleh Abian dan Leo hanya bisa menatap remang-remang lorong yang kini dipenuhi bayangan pergerakan musuhTiba-tiba tembakan senapan serbu memecah keheningan Peluru menghantam dinding beton Darius membalas tembakan dari balik bet