Cuplikan Chapter ini
Pukul 0300 dini hari Tepi Selatan Kota SakalimaLetnan Arsal memberikan isyarat dengan tangan kanan tubuhnya setengah menunduk di balik reruntuhan gudang tua yang berlumut Kabut tipis dini hari menggantung rendah di antara pepohonan rimbun menyelimuti bangunan penyekapan seperti menyamarkan niat busuk para penjaga di dalamnyaZeno berdiri di posisi kanan dengan napas tertahan mengencangkan sarung tangan taring bajanya Wajahnya tidak menunjukkan rasa takut hanya fokus murni Kira