Cuplikan Chapter ini
Aiman terbangun dalam ruangan gelap dengan hanya satu lampu gantung redup yang bergoyang perlahan di atasnya Perih di kepalanya belum reda dan tubuhnya masih merasakan nyeri dari sisa ledakan gudang semalam Tangannya dibelenggu di belakang kursi baja dan bau logam tua menyengat di sekelilingLangkah sepatu terdengar mendekatDorona Maharani muncul dari balik bayangan Wajahnya tidak menyimpan senyum seperti biasanya tetapi ekspresi yang benar-benar tenang hampir seperti merasa pu