Cuplikan Chapter ini
Adinda membuka jendela kamar dan mengintip keluar ke halaman rumah nenek Langit di Sakalima malam itu tampak sejuk angin membelai daun jati yang menari tenang Tapi dada Adinda justru terasa sesak Entah mengapa malam itu ia merasa ada yang tidak beresDarman sedang menutup pintu belakang rumah ketika Bu Marni menyodorkan secangkir tehSudah larut Nak Besok kau harus bangun pagi-pagi antar AdindaDarman mengangguk Iya BuAkan tetapi sebelum ia sempat menyesap teh itu dua sua