Cuplikan Chapter ini
Pukul 0420 Gudang Tua Tiga Lapis di Perbatasan RagantaraAbian melompat keluar dari kendaraan lapis baja begitu kendaraan berhenti dua puluh meter dari target Napasnya berat bukan karena kelelahan tetapi karena amarah yang mendidih di dadanya Hari ini tidak ada celah bagi keraguan Hari ini ia akan membawa Aiman pulang hidup-hidup atau mati sekalipun ia akan pulang bersama sahabatnyaLetnan Adnan berdiri tegak di belakang unit utama memberi aba-aba tangan Ingat target uta