Cuplikan Chapter ini
Letnan Adnan berdiri di depan papan tulis kecil di ruang taktis Markas Ragantara Jemarinya menekan spidol hitam menggambar skema gudang tua di pinggiran Sakalima yang baru saja mereka identifikasi sebagai lokasi saksi mata yang menurut informasi bocoran adalah Tania gadis yang sudah mereka ketahui telah meninggalLeo menyender santai di dinding tetapi matanya serius Rayhan mengetik cepat di laptopnya mencari kesesuaian informasi GPS dan peta bangunan Abian duduk tegak dengan tan