Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Love From The Sea
Suka
Favorit
Bagikan
5. Petualangan 2 (Scene 33-41)

Satu tahun kemudian

33 EXT. KEPADATAN JALAN IBUKOTA PROVINSI - KAWASAN PENDUDUK- SIANG

Jalan terlihat macet. Lalu lalang orang dengan kesibukannya masing-masing. Ali berkeliling menjual mainan anak-anak. Rambutnya masih panjang namun sudah rapi tersisir. Diikat ke belakang. Wajah tirusnya terlihat lebih cerah. Dia mendekat ke beberapa anak berderet rapi dalam posisi duduk di sambil memainkan gadget.

ALI

Mainan...ada tembak-tembakan, ada congklak.

Anak-anak seumuran sekolah dasar itu masih sibuk bermain game di ponselnya.

Ali tersenyum mengamati mereka. Lalu berjalan mendekat.

ALI

Main apa?

ANAK #1 mendongak menatap Ali sejenak.

ANAK #1

Ya... main game lah. Mainan kakak tuh ga asyik.

ANAK #1 kembali menekuni ponselnya. Sesekali dia tersenyum dan melirik teman main barengnya di game online. Ali melongo melihat anak-anak itu.

ALI

Aku punya permainan lebih seru daripada itu.

Anak-anak mendongak menatap Ali heran dan penasaran. Ali lalu mengambil satu bola dari tempat jualannya.

ANAK #2

Lho, bukannya game online juga? Kok malah ambil bola? Mau main tenis?

Ali menggeleng namun tersenyum. Dia meninggalkan gerobak mainannya begitu saja di pinggir jalan. Lalu melangkah ke areal terbuka bersama anak-anak.

Ali tampak serius memberikan penjelasan kepada anak-anak. Beberapa anak mengumpulkan kepingan dan pecahan batu maupun genteng lalu menyusunnya.

ALI

Kelompok 1, tugasnya membangun menara ini (menunjuk ke tumpukan batu), jangan sampai terkena lemparan bola oleh Kelompok 2. Nah, kelompok 2 bertugas memburu kelompok 1 agar tidak mampu membangun menara. Pemenangnya, jika menara kelompok 1 terbangun.

ANAK #3

Mainan apa namanya?

ALI

Apa ya? Bisa bola gebok atau bangun menara. Ini permainan tradisional.Harus lincah dan butuh kekompakan tim. Ingat, bangun menara jangan sampai kena bola. Yang kena bola ga bisa lagi ikut membangun menara alias mati.

ANAK #1, ANAK #2

Oke, mulai!

Ali dan beberapa anak tampak bermain dengan gembira. Ada yang melempar temannya yang sedang membangun menara. Ada yang berlari-larian menghindari bola.

CUT TO

34 INT. TOKO PENJUAL KUE PASAR - SIANG

Asoka menaruh kue-kue pasar di keranjangnya untuk dibawa ke pembeli. Setiap hari Asoka membantu pemilik usaha kue mengantarkan dagangannya. Seperti hari ini. PEMILIK KUE (40 tahun) sedang membungkus kue. Ada kue tradisional dengan plastik bening. Lalu memasukkannya ke keranjang.

PEMILIK KUE

Soka, kue-kue kita ini makin hari makin kurang pembeli. Kenapa ya?

Kata pemilik toko seraya membungkus kue lapis dengan plastik. Asoka tersenyum sambil menyimpan kue di keranjang kue yang akan dibawa ke pemesan.

PEMILIK KUE

Apa harus ganti jenis kue seperti kue modern ya? (beat). Apa harus ganti jenis kue ya, Soka?

ASOKA

Nanti aku bantu carikan pembeli.

PEMILIK KUE

(tersenyum senang) Ah... kamu itu rajin sekali... Saya senang sekali. Tapi untuk usaha rumaha seperti saya ini, pembelinya mau cari dimana?

ASOKA

Nanti aku jualan di depan toko atau depan sekolah, Bu.(tersenyum)

PEMILIK KUE

Wah, kamu boleh juga. Nanti aku ajari bikin kue ya. Kalau gitu, tambah satu keranjang untuk jualan eceran ya.

Asoka mengangguk senang. Dia lalu bergegas keluar sembari membawa keranjang.

CUT TO

35 EXT. JALANAN PADAT KENDARAAN - SIANG

START OF MONTAGES

Asoka naik sepeda dengan keranjang kue di boncengannya. Sejenak menatap langit yang sedang terik. Dia beristirahat sejenak lalu membuka bekal nasi dengan telur dan sambal. Di bawah pohon depan perkantoran dia makan. Setelah menghabiskan makanan, Asoka kembali bersepeda.

Asoka menyerahkan kue kepada pemesan kue. Lalu bersepeda menuju area sekolah yang ramai. Asoka mengeluarkan kuenya. Menawarkan pada anak-anak yang lewat. Beberapa ibu membeli. Tempat kuenya kosong. Asoka terlihat senang.

Asoka menghitung uang di pinggir jalan tanpa tahu ada dua orang yang mengamatinya dari jarak cukup dekat. Pemuda itu mendekat dan menyambar uang di tangan Asoka. Asoka terkejut.

Dua pria kabur dengan sepeda motor. Asoka berteriak-teriak memburu pencuri. Beberapa orang ikut mengejar. Namun pencuri tak dapat terkejar. Asoka berdiri dengan lunglai menatap arah kepergian penjambret itu.

END OF MONTAGES

CUT TO

36 EXT.JALANAN IBUKOTA PROVINSI - SIANG

PENJAMBRET# 1 terkekeh. Sementara PENJAMBRET#2 sibuk menghitung uang di atas motor yang berjalan.

PENJAMBRET #1

(mengemudi motor tanpa menoleh) Dapat berapa?

PENJAMBRET #2

Lumayan. Dua ratus ribu lebih. Kita kasih bos setengah

PENJAMBRET #1

Kau tak takut ya?

PENJAMBRET #2

Hehehe... takut.

Penjambret #1 tersenyum sinis.

CUT BACK TO

37 EXT. TROTOAR JALAN DEPAN SEKOLAH - SIANG

Asoka terduduk menatapi keranjang kue yang kosong dengan lesu.

ASOKA

(bergumam)

Bagaimana aku menggantinya.

38 EXT WARUNG MAKANAN KAKI LIMA SEDERHANA- MALAM

Ali menenangkan Asoka yang tampak sedih karena kehilangan uang hasil penjualan kue. Mangkok bakso depan Asoka masih penuh. Sedangkan Ali sudah habis.

ALI

Besok aku bantu kau jualan.

Asoka menoleh pada Ali.

ASOKA

Bagaimana dengan mainannya?

ALI

Kita jalan sama-sama.

Asoka tersenyum. Ali menyuruh Asoka makan dengan menaikkan alis dan menatap ke arah mangkuk Asoka. Gadis itu lalu melahap bakso dengan lahap. Saat makan, Asoka berhenti.

ASOKA

Besok kita jualan dimana, Kak?

ALI

Tempat ramai. Habiskan makananmu

Ali lalu berdiri mendekati penjual bakso lalu membayarnya. Dia menatap lalu lintas kendaraan yang masih ramai. Lalu menatap langit dengan tatapan sendu.

RIZAL (OS)

Cita-citamu harus dibarengi kemauan dan ilmu, Kak.

Ali tersenyum getir.

DISSOLVE TO

39 INT. KAMAR PEMBANTU KUE TRADISIONAL - MALAM- (FLASH BACK)

Ali memerhatikan Asoka yang menghitung uang recehan dan memasukkan nya ke kaleng. Tertempel kertas "BEKAL MASA DEPAN" di sisi kaleng bekas itu. Asoka tersenyum lalu menatap Ali.

ASOKA

Ini tabungan kita, Kak.

ALI

Mau kau apakan?

ASOKA

Buat Kak Ali belajar biar jadi orang berguna.

ALI

Kau sendiri?

Ali bergeser duduk ke depan Asoka. Menatap lekat gadis kecil di depannya yang telah berusia 14 tahun.

ASOKA

Aku mau punya rumah di atas laut dan punya toko kue paling enak di kampung

ALI

Apa?

ASOKA

Aku pernah baca buku bergambar. Di sana ada rumah-rumah cantik di pantai di luar negeri. Tapi aku mau rumah yang di atas laut yang cantik. Jadi aku bisa langsung turun.

ALI

Mau bangun dimana?

ASOKA

Di dekat rumah hitam. Tapi kita bongkar dulu rumah lamamu. Lalu kita bangun rumah di sana. Terus kita bukan restoran kue. Hehehe...

Ali terdiam. Asoka menatap Ali.

ASOKA

Kak, kau kenapa?

ALI

Oh... hem impianmu bagus. Aku akan bantu.

Asoka tersenyum senang. Ali mengusap pucuk kepala Asoka.

40 EXT. JALAN RAYA DEPAN KAWASAN SEKOLAH - SIANG

Ali dan Asoka berjualan kue dan mainan. Beberapa anak sedang memilih mainan. Ali melayani mereka dengan senang. Sedangkan Asoka melayani pembeli kue. Beberapa pedagang lain juga tampak sibuk bertransaksi.

INSERT TO

Satu mobil berisi Petugas Satpol PP sedang mendekat ke area Ali dan Asoka sedang menjual.

Ali dan Asoka tak menyadari kedatangan mereka. Namun beberapa saat kemudian, para penjual di dekat mereka riuh dan buru-buru mengemas.

PENJUAL #1

Razia pedagang kaki lima. Kabur!!

Asoka dan Ali saling pandang dan segera membereskan barang jualan. Petugas Satpol PP mengamankan gerobak Ali. Sementara Ali dan Asoka berlari berusaha lepas dari tangkapan petugas. Mereka berlarian bersama pedagang lain. Suasana kacau karena beberapa pedagang diambil dan lainnya memilih kabur.

41 EXT. ATAS ATAP RUMAH KOSONG - MALAM

Ali dan Asoka sedang duduk memandang malam di atas atap sebuah rumah. Ali memerhatikan wajah letih Asoka. Pandangannya beralih ke leher Asoka. Dia terkejut.

ALI

Kalung jeramimu kau simpan dimana, Soka?

Asoka segera merogoh kantung celananya. Mengeluarkan benda yang dimaksud Ali. Lalu tersenyum pada Ali

ASOKA

Tenang, Kak Ali. Ini benda paling berharga di dunia. Hadiah pertama darimu ini, tak akan lepas dengan mudah, hehehe...

Ali segera meraih kalung itu. Lalu memasangkan di leher Asoka. Memandangnya sebentar.

ALI (VO)

Suatu saat aku akan menggantikan kalung yang lebih bagus. Bersabarlah.

Ali lalu merebahkan tubuhnya ke genteng atap rumah, menatap langit.

Asoka ikut merebahkan tubuhnya di sisi Ali. Mereka diam menatap bintang.

ASOKA

Kak, sudah hampir dua tahun kita meninggalkan kampung nelayan. Apakah kita masih akan bernasib sama tahun depan dan tahun depannya lagi?

Ali tersenyum menoleh pada Asoka.

ALI

Kita akan berusaha menjadi orang berguna.

Tangan Ali mengusap rambut Asoka.

ALI

Selama masih ada bintang dan bulan di atas sana. Jangan pernah semangatmu redup. (beat) Kau tidak ingat betapa gigihnya kau mengubah ku seperti saat ini?

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar