Cuplikan Chapter ini
Pukul 0214 pagi realitas di dalam rumah kaca itu mulai mengalami keretakan struktural bukan dengan suara ledakan yang teatrikal melainkan dengan bunyi desis yang menyerupai selembar kertas perkamen tua yang robek secara perlahan oleh tangan tak kasat mata Takeo Sato baru saja melepaskan napas terakhirnyasebuah hembusan udara yang membawa sisa-sisa aroma cengkih dan penyesalandan bersamaan dengan itu hukum gravitasi di ruangan tersebut seolah-olah kehilangan minat untuk terus bekerja s