Cuplikan Chapter ini
Malam itu dunia seolah-olah ditarik ke dalam sebuah ruang hampa yang kedap suara seperti sebuah bola kasti yang dijatuhkan ke dalam lubang tanpa dasar di tengah hutan yang sunyi Jam dinding di ruang tengah rumah mewah itu berdetak dengan ritme yang ganjil seakan-akan jarum detiknya sedang berusaha merangkak melewati genangan sirup maple yang kental dan pekat Kousuke Sato duduk di kursi kayu berlapis kulit domba yang halus mencoba membenamkan diri dalam sebuah buku tentang mekanika kuant