Cuplikan Chapter ini
Kereta api Shinkansen yang membawa Kousuke Sato menuju utara bergerak dengan presisi mekanis yang nyaris menakutkan menyerupai sebuah proyektil perak yang membelah ruang dan waktu tanpa menyisakan sedikit pun toleransi bagi kesalahan Di balik jendela kaca yang tebal lanskap Jepang bertransformasi secara perlahan hutan beton yang padat meluruh menjadi hamparan sawah yang mulai menguning semuanya berlalu seperti pita film seluloid yang diputar dengan kecepatan yang tidak wajar Kousuke dud