Cuplikan Chapter ini
Keheningan meledak di cekungan ituPara perompak mundur selangkah dua langkah Hujan gerimis masih menetes dari kanopi hutan jatuh satu-satu ke lumpur dengan bunyi yang tiba-tiba terdengar begitu nyaring Tak ada yang berani menarik napas terlalu keras Burung-burung hutan yang tadi riuh pun seakan ikut bungkam Wajah Gondo Pati memucat seperti kain kafan Wira Gledek yang baru saja berhasil bangkit dari lumpur menjatuhkan goloknya Sementara Jalak Sewu untuk pertama kalinya sepanjang ha