Cuplikan Chapter ini
Jalan setapak menuju rumah Omah terasa tiga kali lebih panjang dari biasanya malam itu meski kaki-kaki yang berlari menyusurinya bergerak lebih cepat dari kapan pun sebelumnyaSita berlari di depan napasnya memburu tangannya sesekali menarik Olivia yang beberapa kali nyaris tersandung akar pohon karena air mata yang terus mengaburkan pandangannya Michele berlari di sisi lain sesekali menoleh ke belakang meski tahu benar tak ada gunanya kegelapan malam dan lekukan jalan setapak sudah s