Cuplikan Chapter ini
Begitu Sekar melangkah cepat keluar dari balai desa ia menghembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan mencoba menormalkan detak jantungnya yang masih berdebar kencang Ia berjalan menyusuri jalan setapak menuju titik pertemuan yang sudah disepakati dengan Gayatri sebuah pohon beringin besar di pinggir alun-alun tempat yang cukup strategis untuk mengawasi tanpa terlalu mencolokGayatri sudah menunggu di sana bersandar santai di batang pohon seolah sedang beristirahat biasa meski