Cuplikan Chapter ini
Malam itu di celah sempit antara dua tebing rendah yang menjadi satu-satunya jalur menuju rumah Omah dua dunia yang berbeda akhirnya bertemu dalam benturan yang tak terelakkan Kali ini tak ada lagi kabut panyasatan yang membantu Sita mengusir pasukan asing mundur tunggang langgangBarisan pertama pasukan berseragam biru tua muncul dari kegelapan hutan dengan langkah yang tetap terjaga rapi meski kini bergerak lebih cepat pedang-pedang pendek berkilat samar di bawah cahaya bintang beberap