Cuplikan Chapter ini
Ruang tamu rumah Omah yang biasanya menjadi tempat paling hangat di seluruh rumah itu penuh aroma jahe hangat dan suara tawa ringan malam itu berubah menjadi arena pertempuran jenis lain Bukan lagi pertempuran senjata dan segerombolan pasukan melainkan pertempuran kata-kata dan ego yang tak kalah menyakitkan lahir dari ketakutan kelelahan dan cinta yang begitu besar sehingga terasa menyesakkanGayatri duduk di sudut ruangan lengannya sudah dibalut kain bersih oleh Omah sendiri w