Cuplikan Chapter ini
Omah yang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan itu sebelumnya kini dengan mata yang menerawang jauh akhirnya kembali bicara suaranya kini jauh lebih lembut dari sebelumnya seolah kemarahan yang sempat muncul tadi sudah mengalir pergi bersama air mata yang tak sempat ia tunjukkan secara terbukaOmah minta maaf katanya pelan membuat semua mata kembali beralih kepadanya Omah terlalu terpaku pada tanggung jawab menjaga desa ini sampai lupa bahwa tanggung jawab Omah yang sesungguhnya j