Cuplikan Chapter ini
Di ruang tamu keluarga Nia suasananya mendadak hangat namun penuh godaan Nia baru saja selesai menceritakan semua beban yang dipikul Arga tentang saldo kilat dan keterpurukan pria ituAyah Nia seorang pengusaha lokal yang bijak menyesap kopinya perlahan Ia menatap putri tunggalnya itu dengan tatapan menyelidik yang jahil Neng Ayah mau tanya kamu benar-benar cuma kasihan atau kamu suka sama ArgaNia tersentak Kepalanya seperti mau meledak matanya mencari-cari pintu ajaib Doraemo