Cuplikan Chapter ini
Senin pagi di pabrik terasa lebih dingin dari biasanya Arga duduk di bangku panjang depan loker matanya merah karena kurang tidur Di saku celananya ponselnya terus bergetar hebat teror dari penagih saldo kilat Ardi dan tagihannya sendiri mulai menggila Namun bukan itu yang membuat Arga terdiam membatuPagi itu sebuah tautan berita dari grup WhatsApp kantor meledak Berita tentang penggerebekan di sebuah villa mewah semalam Arga membaca pernyataan singkat Herni yang dikutip media set