Cuplikan Chapter ini
Tiga hari sudah Arga tidak menunjukkan batang hidungnya di pabrik Ia mengambil cuti darurat meski sebenarnya alasan utamanya adalah ketakutan Ia merasa seperti buronan di rumahnya sendiri Saldo 5 juta yang kemarin ia banggakan kini hanya tersisa 2 juta rupiah setelah dipotong otomatis untuk cicilan-cicilan pendek yang bunganya mencekikArga duduk di pojok kamar yang gelap Jari-jarinya gemetar di atas layar ponsel hampir saja ia mengklik aplikasi saldo kilat ketiga untuk kembali gali l