Cuplikan Chapter ini
Suasana tegang di Kafe Bintang Langit itu mendadak berubah arah Reihan yang tadinya tampak meledak-ledak tiba-tiba menarik napas panjang Ia menatap Arga lalu menatap Herni yang masih memasang wajah polos tanpa dosa Sebagai pria yang lebih banyak makan asam garam dunia malam Reihan menyadari sesuatu ia dan pria di depannya ini sedang berada di dalam jebakan yang samaReihan tiba-tiba tertawa kecil sebuah tawa yang terdengar santai namun dingin Ia menarik kursi di samping Arga membu