Cuplikan Chapter ini
Sore itu Arga sudah tampak gagah di atas motor kopling milik Ardi Kemeja pemberian pamannya terseterika rapi celana branded sekennya tampak pas dan sepatu 400 ribunya berkilat tertimpa lampu jalan Ia meluncur menuju rumah Herni Jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena akan bertemu sang mantan tapi juga karena rasa cemas setiap kali ia memikirkan saldo di saku celananyaSetibanya di depan rumah Herni suasana canggung menyergap Herni keluar dengan gaun yang membuat Arga sempat