Cuplikan Chapter ini
Keringat dingin bercucuran di pelipis Arga Ponsel di tangannya terasa panas seolah membawa kutukan dari suara laki-laki kasar tadi Bukannya Ardi bilang cuma buat formalitas nomor darurat Kenapa aku yang diancam disamperin Sial aku harus tanya langsung ke diaTanpa mempedulikan rasa lelahnya sepulang kerja Arga menyambar kunci motor bebeknya Ia memacu mesin tua itu dengan kalap Di tengah jalan ia berpapasan dengan Nia yang baru saja pulang dari minimarket Untuk sesaat naluri santu