Cuplikan Chapter ini
Malam itu Arga pulang dengan perasaan hampa Meski ia merasa menang di depan Reihan berkat bantuan dompet pria itu rasa sakit di hatinya tidak bisa dibohongi Ia merebahkan diri di kasur usangnya menatap langit-langit kamar yang mulai berjamurAku maafkan sikapmu malam ini Her Aku tidak akan menyerah Aku benar-benar sayang sama kamu gumam Arga lirih Setitik air mata mengalir di sudut matanya jatuh ke bantal yang sudah menipis Bagi Arga Herni adalah segalanya tanpa ia sadar bahwa