Cuplikan Chapter ini
Awan duka yang pekat dan kelabu masih tampak menggelayuti atap rumah papan di ujung desa transmigrasi itu namun Ahmad Sadikin menolak dengan keras untuk larut dalam kubangan kesedihan yang melumpuhkan raganya Setelah seluruh prosesi pemakaman kedua orang tuanya selesai dilaksanakan dengan khidmat di pekarangan belakang dekat kolam Ahmad langsung bergerak cepat mengambil alih kendali tanggung jawab sebagai anak lelaki yang berdiri di rumah utamaHal pertama yang ia lakukan dengan sangat tel