Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Ahmad Sadikin kembali menginjak tanah merah basah desanya di pelosok Riau Setelah hantaman kegagalan yang teramat menyakitkan dan menguras harga diri di Kota Surabaya akibat benturan kendala birokrasi KTP daerah rumah papan bersahaja di samping kebun sawit serta dekapan hangat penuh keikhlasan dari kedua orang tuanya kembali menjadi tempat terbaik satu-satunya suaka untuk menyembuhkan luka batin di hatinya Ahmad pun kembali meleburkan diri ke dalam aktivitas hariannya tanpa p