Cuplikan Chapter ini
Ketukan berirama pada daun pintu rumah papan bersahaja sore itu seketika disambut dengan sebuah pelukan hangat erat dan penuh rindu dari Ibu Ratna Ahmad Sadikin akhirnya telah kembali menapakkan kakinya di rumah setelah menyelesaikan perjalanan besarnya menuju jantung ibu kota negara Sambil duduk melingkar di ruang tengah yang akrab dan beralaskan tikar pandan Ahmad mulai meluapkan segala rasa kekaguman yang sempat membuncah di dalam dadanya selama di Jakarta Dengan intonasi suara yang