Cuplikan Chapter ini
Semenjak kepulangannya dari dinamika kota yang melelahkan rutinitas lama Ahmad Sadikin perlahan-lahan mulai kembali pulih di atas tanah transmigrasi Saat waktu magrib tiba dan sang surya mulai tenggelam di cakrawala ia kini yang kembali mengambil alih mikrofon untuk mengumandangkan azan di mushola bersahaja itu persis seperti tugas suci yang pertama kali ia emban di masa ia baru duduk di bangku kelas satu SD duluNamun ada sebuah getaran yang sepenuhnya berbeda di dalam dadanya malam ini