Cuplikan Chapter ini
Setelah dihantam gelombang kegagalan bertubi-tubi dalam dua pekerjaan pertamanya di kota perantauan mulai dari nilai kejujuran yang dikhianati oleh politik retail hingga pabrik manufaktur yang gulung tikar akibat krisis Ahmad Sadikin merasa seluruh energi fisik dan mentalnya telah terkuras habis hingga ke titik terendah Kota perantauan yang berwatak keras dingin dan individualis itu sempat menggoyahkan sudut pandang idealismenya sebagai seorang sarjana muda Mengikuti naluri alamiahnya u