Cuplikan Chapter ini
Waktu terus berjalan menempa fisik dan kepribadian Ahmad Sadikin mengalir layaknya air sungai yang pelan namun pasti membentuk bebatuan di dasarnya Setelah melewati bulan-bulan penuh penyesuaian dengan kurikulum tingkat atas yang padat dan dinamis Ahmad kini telah resmi menduduki bangku kelas dua SMA Postur tubuhnya tumbuh semakin tegap pembawaannya kian tenang dan dewasa serta reputasinya di mata para guru sebagai siswa yang berdisiplin tinggi kian dikenal luas di lingkungan sekolahSe