Cuplikan Chapter ini
Gelombang kejut dari benturan di lengan Anggara perlahan menyusut meninggalkan bau hangus baja yang meleleh Pemuda itu berlutut dengan satu kaki napasnya tersengal seolah-olah paru-parunya baru saja dihujani serpihan kaca Lengan kanannya mengeluarkan uap panas pendaran perak-tembaga di kulitnya berkedip tidak stabil menyisakan rasa kebas yang menusuk hingga ke tulang selangka Di belakangnya Fauzan terbatuk keras memuntahkan sedikit darah Matanya tetap terkunci pada musuh di depan me