Cuplikan Chapter ini
Hembusan angin menerpa wajah Anggara Di bawah kakinya jalur perak yang diciptakan oleh Yashna bergetar membelah kabut yang menyelimuti hulu Way Kiri Dari ketinggian sepuluh meter ini rawa-rawa Tulang Bawang tampak seperti hamparan cermin pecah yang merefleksikan kehancuran Hutan karet yang dulunya rimbun kini meranggas berpatahan menjadi tunggul hitam akibat mesin pembongkar DanavaDi bawah mereka legiun infanteri berat Danava tampak seperti koloni semut hitam Mereka mencoba memutar