Cuplikan Chapter ini
Dinding beton saluran air bawah tanah Jakarta berlendir oleh lumut hitam dan limpahan limbah kimia yang pekat Udara di dalam gorong-gorong raksasa itu begitu pengap memaksa Michiru menarik napas pendek-pendek melalui kerah bajunya yang basah Tangan kanannya memegang senter dinamo yang cahayanya sesekali berkedip layu menembus kepekatan terowonganDi sampingnya Fauzan merangkak dengan bertumpu pada kaki kanan dan lengan kanannya yang sehat Setiap kali tubuhnya bergeser di atas lantai beto