Cuplikan Chapter ini
Pagi di Sungai Awan selalu datang bersama suara-suara kecilSuara ayam milik tetangga yang entah kenapa selalu berkokok terlalu percaya diri Suara mesin perahu dari arah sungai Suara daun-daun yang bergesekan pelan diterpa angin Dan suara ember plastik yang bergeser di lantai semen teras kontrakanSheana berjongkok di samping bak cuci Kedua tangannya sibuk merendam pakaian ke dalam air sabun Udara masih sejuk Matahari belum terlalu tinggi Di pagar kayu sederhana depan rumah beberapa h