Cuplikan Chapter ini
Dirga memasukkan ponsel ke saku celananya Malam mulai turun Suara kota perlahan tenggelam di kejauhan seperti denyut yang menua bersama kenanganIa masuk kembali ke kamar Lampu redup Aroma antiseptik dan bunga segar bercampur jadi satu Di ranjang putih itu Sheana terlelap Nafasnya halus Matanya sedikit bengkak tapi tenangDirga mendekat perlahan Ia duduk di kursi di sisi ranjang Jemarinya ragu menyentuh tangan istrinyaSebelas tahun Dan perempuan ini masih bisa membuatnya merasa