Cuplikan Chapter ini
Senja sudah turun ketika Sheana membuka pintu rumah yang selama ini ia huni bersama Dirga Tak ada langkah tergesa Tak ada suara pintu dibanting Hanya embusan angin yang menyambut mengibaskan helai-helai rambutnya yang sebagian menutupi mataDirga sedang duduk di ruang tengah masih dengan kemeja kantor yang sedikit kusut Ia menoleh perlahan ketika mendengar suara pintu Tatapan mereka bertemu Hening LamaSheana menutup pintu dengan pelan dan melangkah masuk Matanya sembab namun sorot