Cuplikan Chapter ini
Udara di kamar itu masih terasa hangat meski tubuh mereka sudah tak lagi saling menindih Nafas mulai kembali normal degup jantung mereka mereda tapi tawa pelan belum berhenti Sheana menggeser selimutnya sedikit menutupi tubuhnya sambil melirik Ellan yang masih rebahan telentang mata menatap plafon senyum tak kunjung redaAku nggak nyangka ya kamu bisa segila itu barusan gumam Sheana sambil menggelitik dada Ellan dengan ujung jarinyaYa salah kamu juga sahut Ellan santai Kalo kam