Cuplikan Chapter ini
Di dalam rumah Sheana terduduk di sofa Dirga duduk di samping memegangi tangannya yang dingin Windy berdiri di sisi lain ruangan sesekali mengusap matanya dengan tisuAdnan mondar-mandir napasnya masih memburuAku nggak mau denger alasan apa-apa lagi Setelah semua ini Sheana nggak boleh lagi ketemu anak itu TitikPapa suara Sheana lemah tapi ada tekad yang tumbuh dari bawah luka Aku bukan anak kecil lagi Aku yang tanggung semuaKamu sakit Kamu nyaris mati Karena pilihan bodoh