Cuplikan Chapter ini
Nona Aira selamat pagi Saya Bi Inah Tuan Muda Bara sudah menunggu Nona di ruang makan untuk sarapanAku mengerjapkan mata berkali-kali menatap langit-langit kamar yang dihiasi ukiran emas halus Wangi aromaterapi lavender yang menenangkan menyerbu indra penciumanku Aku meraba sprei sutra di bawah tubuhkudingin dan sangat lembut Bukan lantai gudang yang keras bukan bau debu yang menyesakkanPagi Bi suaraku parau Aku duduk dengan canggung saat melihat seorang wanita paruh baya b