Cuplikan Chapter ini
Bagus Jam berapa ini Aira MaheswariSuara berat itu tidak meledak namun tajamnya sanggup mengiris keheningan ruang tamu yang luas dan dingin Aku terpaku di ambang pintu jemariku masih mematung di gagang pintu kayu ek yang kokoh Di depanku Prasetyapria yang secara biologis adalah ayahkuberdiri membelakangi lampu gantung kristal Bayangannya memanjang menelan tubuhku yang terasa sangat kecilBau tembakau dan aroma kayu cendana dari jaket Bara masih tertinggal di indra penciumanku mem