Cuplikan Chapter ini
Aku nggak punya tempat pulang lagi Bara Semuanya sudah habis Namaku mimpiku bahkan orang tuaku sendiri yang membuangku ke tempat sampahSuaraku nyaris hilang ditelan semilir angin malam di pinggir danau ini Airnya tenang memantulkan cahaya bulan yang perak sangat kontras dengan badai yang baru saja menghancurkan hidupku di gedung gala tadi Aku masih terisak wajahku terkubur di dada bidang Bara yang hanya mengenakan kemeja putih tipis karena jasnya masih mendekap bahukuBara tidak