Cuplikan Chapter ini
Loe beneran serius sama apa yang loe teriakkan di kantin tadiSuara angin sepoi-sepoi di bawah pohon beringin tua di sudut paling belakang sekolah menyamarkan getaran dalam suaraku Aku berdiri menyandar pada batang pohon yang kasar membiarkan kulit kayu itu menusuk punggungkusedikit rasa sakit fisik untuk mengalihkan rasa perih yang lebih dalam di dada Di depanku Bara berdiri dengan satu tangan bertumpu pada batang pohon mengurungku dalam ruang sempit yang hanya berisi aroma tembakau da