Cuplikan Chapter ini
Kecewa yang Menghujam Dilara merasa tertipu oleh penyamaran yang dilakukan Ammar selama ini---Udara sore di kawasan Menteng Jakarta Pusat terasa pengap dan menyesakkan sangat kontras dengan sejuknya angin Selat Bosphorus yang biasa menemani langkah Dilara dan Ammar di Istanbul Di dalam perpustakaan pribadi keluarga Hartono yang megah keheningan mendadak pecah oleh denting suara gelas kristal yang diletakkan terlalu keras di atas meja kerja mahoniDilara berdiri terpaku di hadapan meja